PERTANYAAN-PERTANYAAN
YANG SERING DIAJUKAN MENGENAI WIDYAISWARA


Q

:

Bagaimana caranya menjadi Widyaiswara?

A

:

Sesuai dengan PERMENPAN Nomor 14 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya dijelaskan bahwa untuk menjadi Widyaiswara terdapat beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Calon Widyaiswara (Cawid) mengajukan permohonan dan keinginannya untuk menjadi Widyaiswara kepada Instansinya.
  2. Seleksi internal Cawid oleh instansi yang meliputi minat, kompetensi, persyaratan administrasi dan sikap calon (usia maksimal 50 tahun pada saat diangkat sebagai Pejabat Fungsional Widyaiswara).
  3. Surat usulan mengikuti Diklat Cawid dan Seleksi serta Rencana Penempatan Cawid dari Bupati, Walikota, Gubernur dan Biro Kepegawaian/Pusdiklat Departemen dilampiri berkas persyaratan calon Widyaiswara ke Kepala LAN.
  4. LAN menerima surat usulan dan berkas persyaratan administrasi.
  5. LAN menyeleksi kelengkapan berkas dan persyaratan administrasi.
  6. LAN memanggil calon peserta melalui instansi untuk mengikuti Diklat Calon Widyaiswara
  7. Cawid mengikuti Diklat Calon Widyaiswara (Program Umum) dan melakukan paparan spesialisasi (Program Khusus) untuk mengetahui kompetensi dikjartih yang dipersyaratkan.
  8. Apabila Cawid lulus, LAN mengirim Surat Rekomendasi ke instansi untuk mengangkat calon Widyaiswara menjadi Widyaiswara (Tembusan kepada BKN dan Kantor Anggaran)
  9. Apabila Cawid tidak lulus, LAN mengirim Surat Non-Rekomendasi ke instansi.
  10. Cawid dapat mengulang sekali lagi dengan mengajukan surat pengusulan kembali (hanya mengikuti Program Khusus)

Q

:

Apa saja berkas persyaratan administrasi yang harus dilengkapi dalam seleksi Cawid (Program Khusus)?

A

:

Berkas persyaratan administrasi meliputi:

  1. Surat usulan dari Pejabat Pembina Kepegawaian di Instansi dan rencana penempatan Cawid ke Kepala LAN-RI
  2. Cawid Lulus Diklat Calon Widyaiswara (Program Umum)
  3. Berijazah serendah-rendahnya sarjana/Diploma IV dari Perguruan Tinggi terakreditasi
  4. Mengisi Lembar Biodata dari LAN
  5. Usia Maksimal 50 tahun pada saat SK Pengangkatan
  6. SK Pengangkatan/pemberhentian dalam jabatan terakhir
  7. Melengkapi  Daftar Riwayat Hidup (DRH), DP-3 terbaru, Ijazah/ Sertifikat/ STTPP/Copy SK kegiatan ilmiah/Diklat-diklat Lainnya
  8. Rencana Kerja Diklat individu
  9. Program Diklat satu tahun berjalan di Unit Diklat sesuai rencana penempatan (disahkan oleh instansi)
  10. Surat Keterangan Pengalaman mengajar di Diklat-diklat PNS (apabila ada)
  11. KTI yang pernah dibuat/disusun/diterbitkan (apabila ada)
  12. Menentukan minimal 2 (dua) Spesialisasi Diklat (satu untuk paparan, yang lainnya sebagai cadangan jika mengulang)
  13. Melengkapi sebanyak 2 (dua) rangkap bahan seleksi yang akan dipaparkan, dan 1 (satu) rangkap spesialisasi yang tidak dipaparkan yang meliputi: RBPMD, RP, Bahan Ajar/Modul, dan Copy transparansi (Slides/OHT)
  14. Melampirkan 2 (dua) lembar pasfoto berwarna terbaru dengan latar belakang merah ukuran 3x4 cm
  15. Melampirkan DUPAK Calon Widyaiswara dari Instansi ke LAN

Q

:

Berapa lama pelaksanaan Diklat Cawid (Program Umum) dan Seleksi/Uji Kompetensi (Program Khusus)?

A

:

28 (dua puluh delapan hari) efektif untuk Diklat Cawid dan 2 (dua) hari efektif untuk Seleksi/Uji Kompetensi Cawid (Program Khusus).


Q

:

Kapan Diklat Cawid (Program Umum) dan Seleksi/Uji Kompetensi (Program Khusus) diselenggarakan?

A

:

Diklat Cawid (Program Umum) dan Seleksi/Uji Kompetensi (Program Khusus) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Widyaiswara pada tahun berjalan akan diumumkan melalui Surat Deputi Bidang Pembinaan Diklat Aparatur LAN dan diinformasikan juga di website.

Q

:

Mengapa Cawid diharuskan menyusun dan menyerahkan DUPAK?

A

:

Salah satu persyaratan rekomendasi pengangkatan Cawid adalah DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit). Berdasarkan DUPAK, tim penilai akan menetapkan Angka Kredit untuk menentukan jenjang Jabatan dan Golongan Widyaiswara yang bersangkutan.

Q

:

Mengapa Jenjang Jabatan Widyaiswara dalam Surat Rekomendasi Cawid tidak selalu sesuai dengan Jenjang Jabatan PNS organik Cawid?

A

:

Jenjang Jabatan Widyaiswara tidak ditentukan oleh Jenjang Jabatan PNS organik, melainkan oleh Angka Kredit yang diusulkan Cawid dalam DUPAK. Jenjang Jabatan dan Angka Kredit Kumulatif yang harus dikumpulkan untuk tiap jenjang diatur dalam Pedoman Kepala LAN No 1 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya.

Q

:

Saya sudah mengikuti Diklat Cawid (Program Umum) tetapi belum mengikuti Seleksi/Uji Kompetensi (Program Khusus). Dapatkah saya hanya mengikuti Seleksi/Uji Kompetensi (Program Khusus)?

A

:

Ya. Cawid yang lulus Diklat Cawid (Program Umum) dapat mengikuti hanya Seleksi/Uji Kompetensi (Program Khusus) saja, selama memenuhi persyaratan yaitu (i) belum melewati jangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal penerbitan STTPP Diklat Cawid; (ii) menyerahkan 2 (dua) rangkap bahan seleksi yang dipaparkan dan 1 (satu) rangkap bahan seleksi cadangan.

Q

:

Dapatkah PNS yang sudah menjadi Pejabat Fungsional Widyaiswara kemudian diangkat menjadi Pejabat Struktural atau sebaliknya?

A

:

Ya. Seorang PNS dimungkinkan untuk pindah jabatan dari struktural ke fungsional ataupun sebaliknya. Seorang Widyaiswara yang diangkat menjadi pejabat struktural harus diberhentikan sementara dari jabatan Widyaiswara dengan SK Pemberhentian Sementara dari Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi, agar di kemudian hari dapat diangkat kembali menjadi Widyaiswara sesuai dengan jenjang dan angka kredit terakhir pada saat diberhentikan.


Q

:

Saat ini saya menduduki jabatan fungsional selain Widyaiswara (Guru/Dosen/Penyuluh/Instuktur/dst). Dapatkah saya beralih menjadi Widyaiswara?

A

:

Ya. Sebagaimana yang diatur dalam PERMENPAN 14/2009 Pasal 26, Widyaiswara dapat diangkat dari jabatan lain (struktural maupun fungsional) sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan, diantaranya usia paling tinggi adalah 50 tahun; berijazah paling rendah S1 atau DIV; dan pangkat paling rendah adalah Penata Muda (III/a).


Q


:


Saya berkeinginan menjadi Widyaiswara, tetapi saat ini saya tidak bertugas di lembaga diklat, apa yang harus saya lakukan?


A

:

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Widyaiswara harus ditempatkan di lembaga diklat. Oleh karena itu, calon widyaiswara harus berkoordinasi dengan lembaga diklat dan pembina kepegawaian instansi dimana ia akan ditempatkan terkait dengan kebutuhan formasi jabatan dan spesialisasi widyaiswara.
           
 


Masih ada hal-hal lain yang ingin ditanyakan?
Silakan kirim pertanyaan Anda melalui e-mail ke info@ditbin-widyaiswara.or.id atau
Klik disini untuk menghubungi kami.

 

Webmail
Contact Us
Direktorat Pembinaan Widyaiswara LAN © 2009 - 2012