Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil, dan Peraturan MENPAN Nomor 14 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya, serta Peraturan Bersama Kepala Lembaga Administrasi Negara dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 dan 2 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya, terlihat jelas bahwa Widyaiswara adalah jabatan karier yang menuntut kompetensi tinggi di masing-masing jenjangnya.

 

Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan kerja, karakteristik, sikap dan perilaku yang mutlak dimiliki Widyaiswara untuk mampu melakukan tugas tanggungjawabnya secara profesional. Semua butir kompetensi Widyaiswara yang tercantum di bawah ini diturunkan dari uraian tugas jabatan fungsional Widyaiswara yaitu:

  1. Melakukan analisis kebutuhan diklat;
  2. Menyusun kurikulum diklat;
  3. Menyusun bahan ajar;
  4. Menyusun GBPP/SAP/Transparansi;
  5. Menyusun modul diklat;
  6. Menyusun tes hasil belajar;
  7. Melakukan tatap muka di depan kelas diklat;
  8. Memberikan tutorial dalam Diklat Jarak Jauh;
  9. Mengelola program diklat sebagai penanggung jawab dalam program Diklat;
  10. Mengelola program diklat sebagai anggota dalam program Diklat;
  11. Membimbing peserta diklat dalam penulisan kertas kerja;
  12. Membimbing peserta diklat dalam praktik kerja lapangan;
  13. Menjadi fasilitator/moderator/narasumber dalam seminar/lokakarya/diskusi atau yang sejenis;
  14. Memberikan konsultansi penyelenggaraan diklat;
  15. Melakukan evaluasi program diklat;
  16. Mengawasi pelaksanaan ujian;
  17. Memeriksa jawaban ujian;
  18. Melaksanakan kegiatan pengembangan profesi, dan penunjang tugas Widyaiswara

Rincian tugas Widyaiswara tersebut di atas dikuasai oleh para Widyaiswara melalui keikutsertaan mereka dalam Diklat Fungsional Kewidyaiswaraan Berjenjang dan Diklat Teknis Kewidyaiswaraan.

Diklat Fungsional Kewidyaiswaraan Berjenjang meliputi Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Pertama, Muda, Madya dan Utama.

Diklat Teknis Kewidyaiswaraan meliputi Diklat Teknis Pengelola Diklat (Management of Training/MOT), Diklat Teknis Analisis Kebutuhan Diklat (Training Needs Analysis/TNA), Diklat bagi Penyelenggara Diklat (Traning Officer Course/TOC) dan Diklat Teknis Kewidyaiswaraan lainnya sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi Widyaiswara. Mekanisme keikutsertaan Widyaiswara dalam diklat tersebut diprogramkan secara terencana oleh lembaga diklat instansi sebagai bagian dari peningkatan kompetensi Widyaiswara.

 

1. JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA PERTAMA

a. Kompetensi Jabatan Fungsional Widyaiswara Pertama meliputi:

  1. Menguasai Analisis Kebutuhan Diklat;
  2. Merancang bahan diklat;
  3. Mengelola proses pembelajaran andragogis;
  4. Mengobservasi proses pembelajaran;
  5. Merancang Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) dan Satuan Acara Pembelajaran (SAP);
  6. Merancang evaluasi diklat;
  7. Menguasai teknik evaluasi pembelajaran;
  8. Membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI);
  9. Mampu memberikan layanan prima bidang pembelajaran.

b. Tujuan Kurikuler

  1. Tujuan mengikuti Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Pertama, adalah untuk membekali Widyaiswara agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
  2. Khusus untuk Widyaiswara Pertama merupakan prasyarat kelulusan untuk dapat diusulkan diangkat ke jenjang jabatan Widyaiswara Muda.

c. Sasaran

  1. Terlatihnya Widyaiswara Pertama yang terampil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
  2. Terpenuhinya persyaratan kenaikan jenjang jabatan Widyaiswara Pertama ke jenjang jabatan Widyaiswara Muda.

Struktur kurikulum Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Pertama

 

2. JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA MUDA

a. Kompetensi Jabatan Fungsional Widyaiswara Muda meliputi:

  1. Menguasai Analisis Kebutuhan Diklat;
  2. Merancang bahan diklat;
  3. Mengelola proses pembelajaran andragogis;
  4. Membimbing proses pembelajaran Diklat Jarak Jauh (DJJ);
  5. Mengobservasi proses pembelajaran;
  6. Merancang GBPP dan SAP;
  7. Membimbing penulisan kertas kerja;
  8. Membimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL);
  9. Mengelola kegiatan forum ilmiah;
  10. Merancang evaluasi diklat;
  11. Menguasai teknik evaluasi pembelajaran;
  12. Membuat KTI;
  13. Mampu memberikan layanan prima bidang pembelajaran.

b. Tujuan Kurikuler

  1. Tujuan mengikuti Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Muda, adalah untuk membekali Widyaiswara agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
  2. Khusus untuk Widyaiswara Muda merupakan prasyarat kelulusan untuk dapat diusulkan diangkat ke jenjang jabatan Widyaiswara Madya.

c. Sasaran

  1. Terlatihnya Widyaiswara Muda yang terampil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
  2. Terpenuhinya persyaratan kenaikan jenjang jabatan Widyaiswara Muda ke jenjang jabatan Widyaiswara Madya.

Struktur kurikulum Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Muda

 

3. JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA MADYA

a. Kompetensi Jabatan Fungsional Widyaiswara Madya meliputi:

  1. Menguasai Analisis Kebutuhan Diklat;
  2. Merancang Kurikulum Diklat;
  3. Mampu merancang bahan diklat;
  4. Mengelola proses pembelajaran andragogis;
  5. Membimbing proses pembelajaran DJJ;
  6. Membimbing penulisan kertas kerja;
  7. Membimbing PKL;
  8. Mengelola kegiatan forum ilmiah;
  9. Merancang evaluasi diklat;
  10. Menguasai teknik evaluasi pembelajaran;
  11. Membuat KTI;
  12. Menilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Widyaiswara;
  13. Mampu memberikan layanan prima bidang pembelajaran.

b. Tujuan Kurikuler

  1. Tujuan mengikuti Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Madya, adalah untuk membekali Widyaiswara agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
  2. Khusus untuk Widyaiswara Madya merupakan prasyarat kelulusan untuk dapat diusulkan diangkat ke jenjang jabatan Widyaiswara Utama.

c. Sasaran

  1. Terlatihnya Widyaiswara Madya yang terampil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
  2. Terpenuhinya persyaratan kenaikan jenjang jabatan Widyaiswara Madya ke jenjang jabatan Widyaiswara Utama.

Struktur kurikulum Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Madya

 

4. JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA UTAMA

a. Kompetensi Jabatan Fungsional Widyaiswara Utama meliputi:

  1. Menguasai Analisis Kebutuhan Diklat;
  2. Merancang Kurikulum Diklat;
  3. Memahami filsafat pembelajaran andragogis;
  4. Membimbing proses pembelajaran DJJ;
  5. Membimbing penulisan kertas kerja;
  6. Membimbing PKL;
  7. Mengelola kegiatan forum ilmiah;
  8. Merancang evaluasi portofolio diklat;
  9. Menguasai teknik evaluasi pembelajaran;
  10. Memberikan konsultansi penyelenggaraan diklat;
  11. Membuat KTI kualitatif;
  12. Mampu memberikan layanan prima bidang pembelajaran.

b. Tujuan Kurikuler

  1. Terlatihnya Widyaiswara Utama yang terampil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
  2. Khusus untuk Widyaiswara Utama merupakan prasyarat untuk diajukan dalam Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) pada penghitungan angka kredit Widyaiswara pada tahun pertama atau kedua.

c. Sasaran

  1. Terlatihnya Widyaiswara Utama yang terampil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
  2. Terpenuhinya butir persyaratan untuk diajukan dalam DUPAK pada penghitungan angka kredit Widyaiswara pada tahun pertama atau kedua.

Struktur kurikulum Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Utama

 

Contact Us
Direktorat Pembinaan Widyaiswara LAN © 2009 - 2012